Site icon Yayasan Alkitab Bahasa Kita (Albata)

Di Luar Ekspektasi Kami

Ketika tim Albata mempersiapkan Mission Trip ke Soe pada 6–12 Juli 2026, kami datang dengan sebuah target yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sebanyak 7.000 Alkitab disiapkan untuk dibawa dan dibagikan selama pelayanan. Kami memperkirakan jumlah tersebut dapat mencukupi kebutuhan selama kegiatan berlangsung. Dengan persiapan yang ada, kami berangkat dengan keyakinan bahwa semuanya sudah direncanakan dengan baik.

Namun, apa yang terjadi di lapangan ternyata berbeda dari yang kami bayangkan. Antusiasme masyarakat untuk menerima Alkitab jauh lebih besar daripada perkiraan kami. Orang-orang datang, mengikuti kegiatan, dan menerima Alkitab yang dibagikan. Tanpa terasa, persediaan yang kami bawa terus berkurang dengan cepat.

Yang paling mengejutkan adalah bahwa dalam tiga hari pertama, seluruh 7.000 Alkitab sudah habis. Jumlah yang sejak awal kami pikir akan cukup untuk seluruh rangkaian pelayanan ternyata hanya bertahan selama beberapa hari. Kami kemudian menyadari bahwa kebutuhan di lapangan jauh lebih besar daripada yang kami perkirakan sebelumnya.

Karena persediaan Alkitab sudah habis sementara pelayanan masih berlangsung, tim kemudian mengambil langkah untuk meminta tambahan Alkitab dari Jakarta. Kami kembali meminta 7.000 Alkitab untuk memenuhi kebutuhan yang masih ada. Bagi kami, keputusan ini menjadi sesuatu yang tidak pernah kami bayangkan ketika pertama kali menyusun rencana perjalanan ke Soe.

Pengalaman ini membuat kami melihat sesuatu yang lebih besar daripada sekadar jumlah Alkitab yang dibagikan. Di balik angka tersebut ada orang-orang yang ingin memiliki Alkitab dan membacanya. Kami melihat sendiri bagaimana Alkitab digunakan dalam kegiatan, dibaca oleh peserta, dan diterima dengan antusias. Apa yang sebelumnya hanya menjadi angka dalam perencanaan berubah menjadi pengalaman nyata ketika kami berada langsung di tengah masyarakat.

Bagi tim Albata, apa yang terjadi selama Mission Trip ini menjadi salah satu pengalaman yang sangat berkesan. Kami berangkat dengan membawa 7.000 Alkitab, tetapi dalam tiga hari pertama jumlah tersebut sudah habis dan kami harus meminta tambahan 7.000 Alkitab dari Jakarta. Kami tidak pernah memperkirakan pelayanan akan berkembang seperti itu. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kami bahwa terkadang apa yang terjadi di lapangan jauh melampaui apa yang telah kami rencanakan.

Kami bersyukur atas setiap orang yang terlibat dan setiap kesempatan yang diberikan untuk melayani. Bagi Albata, pengalaman di Soe bukan hanya tentang 14.000 Alkitab yang akhirnya dipersiapkan untuk pelayanan, tetapi tentang melihat secara langsung adanya kebutuhan dan antusiasme masyarakat terhadap Firman Tuhan. Apa yang kami pikir sudah cukup, ternyata belum cukup. Dan dari situlah kami melihat bahwa perjalanan pelayanan ini masih memiliki ruang yang jauh lebih besar untuk dilanjutkan.

7.000 Alkitab kami siapkan.

7.000 Alkitab habis dalam tiga hari.
Lalu kami meminta 7.000 lagi.

Sebuah pengalaman yang benar-benar di luar ekspektasi kami.

Exit mobile version